PERBARUI HARAPAN, SIAPKAN MASA DEPAN



Malang – “Selama kalian menjadi santri Abah Hasyim Muzadi, perhatikan dan ikutilah kiprah beliau,” itulah pesan awal yang disampaikan oleh Ustadz M. Nafi, Wakil Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang pada Ahad (04/10) malam di Auditorium Pesma Al-Hikam. Acara Tanbihul Am ini, Ust Nafi menyampaikan bahwa Abah Hasyim belum bisa rawuh karena sedang mempersiapkan acara ICIS (International Conference Of Islamic Sholars) yang akan dilaksanaan di UIN Maliki Malang pada akhir tahun ini.  
Saat ini, lanjut Ust. M. Nafi, Abah Hasyim juga sedang dikaitkan dan berusaha melakukan penataan ulang nilai-nilai ASWAJA nadhliyah. “Maka saya sangat menganjurkan sungguh-sungguh kepada kalian untuk terus mengikuti perkembangan informasi mengenai kiprah Abah Hasyim sehingga tidak tertinggal,” pesan tegas Ust. M. Nafi’.
Momen Tanbih al-Am dimanfaatkan Wakil Pengasuh untuk memperkenalkan santri Progam Kader Ulama beasiswa S-2 yang berjumlah 25 orang. ust nafi menjelaskan bahwa progam ini bukan tanpa keringat, progam ini muncul bermula dari perjuangan politik Era Presiden Gus Dur sebagai apresiasi terhadap peran pesantren dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, Ust. Nafi memberikan penjelasan bahwa sebagai santri harus terus membekali diri salah satunya tentang pengetahuan politik. “Jangan buta politik, bekali diri dengan moral politik yang baik,” jelas Ustadz alumni Gontor itu.
Pada dasarnya, Ust. Nafi mengingatkan seluruh santri mengenai Visi Pesantren Mahasiswa Al-Hikam. Visi pesantren, lanjutnya, adalah menjadikan pesantren Al-Hikam sebagai Masyarakat Belajar (Learning Society). Oleh karena itu, kegiatan pesantren dirancang, jelas Ustadz Nafi, untuk pengkondisian agar santri dapat tumbuh etos ibadah, etos ilmiah, dan etos sosialnya. “Maka seluruh kegiatan Pesantren harus diikuti, dibiasakan, dan diistiqomahkan sehingga menjadi karakter baik yang kuat,” pesannya.
Dalam Tanbih al-Am ini Ust. Nafi memotivasi agar seluruh santri terus memperbaharui niat dan komitmennya. Seluruh santri, pesannya, harus selalu menyiapkan diri untuk berkompetisi, meningkatkan soft skill dan tehnical skill. Karena di era Milenium ini, persaingan dan kemajuan semakin meningkat begitu cepat. “Bill Gates pernah mengatakan bahwa tahun 1980-an problem yang harus diselesaikan adalah Kualitas. Tahun 1990an tentang Penataan Ulang dan tahun 2000an adalam tentang percepatan,” jelas Ustadz Nafi. Padahal di Indonesia, jelas Ust. Nafi, problem kuantitas saja masih belum selesai. Dari rasio jumlah doktor dengan kapasitas penduduk, pendapatan per-kapita, dan problem lainnya.
Di tengah zaman yang maju semakin cepat ini, Ustadz Nafi berpesan agar Santri Al-Hikam tidak boleh santai-santai apalagi mengikuti life style orang kebanyakan terutama di Kota Malang dimana orang kebanyakan sering nongkrong tiada guna seakan tak memiliki tujuan dalam hidupnya. Santri Al-Hikam tidak boleh terlena dengan godaan dari Alatul Malahi (alat permainan) seperti gadget yang merugikan. Oleh karenanya, Ust. Nafi mendorong santri agar aktif dalam meningkatkan kajian-kajian yang bersifat prestasi ilmiah.
Pada akhir nasihat, Ust. Nafi berulang mengingatkan santri agar terus mengamalkan pesan Abah Hasyim Muzadi untuk membaca shalawat Jibril 1000 kali, ayat wa nunazzilu minal Qurani Ma Huwa Syifaun ila akhir ayat,  setiap harinya. (zul)        
Rabu, 07 Oktober 2015
Posted by pena alhikam

Syekh Hisyam : Lupa Bersyukur Tanda Akhir Zaman


              
Syekh Hisyam Kabbani (kanan) sedang memberikan nasihat kepada seluruh jamaah
             Malang- “Allah memberikan perintah kepada kita sebagai hamba-hambanya untuk selalu bertaubat, tidak hanya bertaubat tapi bertaubat secara terus menerus sebagai kesempatan yang tidak ada ujungnya karena kita selalu berdosa,” itulah untaian nasihat awal yang disampaikan oleh Maulana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani saat memberikan tausiah dalam acara Spritual Gathering Nasional pada Ahad (28/12) di Gedung Merah Pesantren Mahasiwa Al-Hikam Malang. Ia menyampaikan jangan sampai kita berputus asa dengan rahmat Allah sehingga kita tidak meyakini bahwa Allah akan mengampuni dosa kita.

Beliau bercerita, menukil kitab hadits bukhari dan kitab lainnya, bahwa Rasulullah pernah berbincang dengan Siti Aisha tentang keadaan tanda hari kiamat.  “Jangan terlalu berharap hari akhir akan datang lebih lama lagi. Karena hari itu akan mendekat dan mendekat terus,” pesan Syekh yang menjadi deputi dari Mursyid Thariqat Naqshabandi Haqqani ini.
Salah satu tanda hari akhir, menurutnya, ialah banyak manusia sudah tidak mensyukuri nikmat yang ia miliki. Semisal beliau bercerita bahwa makanan di masa Nabi Muhammad tidak seperti makanan saat ini. Pada masa Rasulullah makanan semisal Roti tidak sehalus roti saat ini. Roti saat itu digiling dengan mesin tradisional sehingga kerikil-kerikil kasar bercampur dengan adonan roti. Kasus tersedak karena makanan sudah menjadi hal yang biasa bahkan makanannya bisa sampai menewaskan para sahabat. Di tengah kondisi seperti itu, Rasulullah mengingatkan kepada umat di zaman akhir bahwa akan ada kesalahan fatal yang mereka lakukan.
Meskipun makanan dan minuman zaman sekarang enak dan berlimpah, kata Syekh Hisyam, manusia saat ini memiliki problem yakni banyak yang tidak bersyukur atas nikmat yang telah diberikan. “ini adalah satu pangkal masalah yang kita hadapi sekarang,” pesan Syekh Hisyam yang menjadi salah satu dari ulama-ulama dunia ternama dalam sejarah Islam dan ilmu spiritual Sufisme ini.
Bahkan Syekh Hisyam juga bercerita mengenai kisah Nabi Musa yang bertemu dengan seseorang yang tulus memuji dan bersyukur kepada Allah meskipun anggota tubuhnya hanya kepala dan badannya saja. Musa bertanya “Engkau tidak memiliki tangan dan kaki, engkau hanya memiliki kepala dan badan. Sesungguhnya apa yang kamu syukuri saudaraku ?”
Orang tersebut menjawab “Wahai Musa ! Janganlah melihat aku seperti itu aku meyakini bahwa Allah Swt. mencintaiku dan memilihku untuk dicintai-Nya karena aku adalah seorang muslim, syukurku aku dijadikan Allah termasuk seorang muslim.”
Syekh Hisyam menjelaskan hikmah dari fenomena tersebut adalah bahwa orang yang ditemui Nabi Musa telah mengingatkan kepada kita semua jangan sampai kita lupa bahwa sesungguhnya kita mendapatkan hidayah dan kenikmatan yang sangat dasyat. “Pagi, siang, dan malam jangan lupa kita bersyukur bahwa Allah telah menitipkan cinta kepada kita dengan menjadikan kita seorang muslim.” Ucap Syekh Hisyam.
Di akhir nasihatnya, Syekh Hisyam mengingatkan akan sabda Nabi Muhammad Saw. “Siapa yang dihitung amalnya pasti dia akan mendapatkan hukuman. Namun dengan syukur kepada Allah di setiap waktu maka kita akan diberikan kenikmatan rahmat, ampunan dari Allah Swt.”  “Jangan lupakan pesan-pesan ini supaya kita termasuk golongan orang-orang yang bersyukur,” pesan Syekh Hisyam kepada seluruh jamaah.  

Minggu, 28 Desember 2014
Posted by Sabiq A.Z.

Abah Hasyim : Pilih Jokowi-JK, Upaya Selamatkan Aswaja dan NU




Malang- Menjelang pemilihan presiden tahun 2014, Pengurus Muslimat Kabupaten Malang melakukan konsolidasi di Auditorium Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang pada Selasa (09/06). Konsolidasi ini memberikan pembekalan materi mengenai siapa seharusnya yang akan dipilih dan bagaimana strategi pemenangannya. Dalam hal ini, Abah Hasyim Muzadi memberikan sebuah arahan dalam pemilihan presiden tahun ini.
Menurut Hasyim sejarah perpolitikan Indonesia dalam pemilihan presiden, tokoh Nahdlatul Ulama pasti berpartisipasi baik mencalonkan diri menjadi presiden maupun wakil presiden. Bahkan pada tahun 1999, menurutnya, seorang tokoh NU yaitu Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur menjadi Presiden Republik Indonesia yang ke-4. Pada pilpres selanjutnya yaitu pada tahun 2004, terdapat Shalahuddin Wahid sebagai cawapres dari Wiranto, lalu M. Jusuf kalla dari Soesilo Bambang Yudhoyono dan dirinya dengan Megawati Soekarno Putri. Sedangkan pada tahun 2009, hanya M. Jusuf Kalla yang menjadi calon presiden dari kalangan NU. Dan pada tahun ini, lanjutnya, tidak ada calon presiden dari kalangan NU.
Maka pada malam 20 Mei 2014, saat Abah Hasyim mengetahui calon wakil presiden dari kedua calon presiden yaitu M. Jusuf Kalla dari capres Jokowi dan Hatta Rajasa dari capres Prabowo, besoknya tanggal 21 Mei, mantan ketua PBNU ini mendeklarasikan dengan yakin memilih pasangan Jokowi-JK. Kata dia, hal ini memang sudah dijustifikasi dengan pernyataan beberapa hari lalu sebelum memilih Jokowi-JK, bahwa Pengasuh Pesma Al-Hikam Malang ini akan memilih pasangan yang ada tokoh NU-nya.
Menurut Abah Hasyim seseorang dapat dikatakan termasuk orang NU jika ia dapat memenuhi 4 aspek. Pertama, amaliahnya merupakan amaliah NU. Kedua, pemikiran keagamaan atau manhaj mengikuti manhaj NU. Ketiga, pemikiran mengenai hubungan agama dan Negara adalah pemikiran dari NU. Dan keempat adalah amaliah pembangunan Indonesia. “Alhamdulillah, keempat-empat aspek ini sudah dimiliki oleh Bapak M. Jusuf Kalla,” ujar Abah Hasyim.
Mengenai isu-isu negatif yang ditujukan kepada Jokowi, Abah Hasyim sudah mengklarifikasi terkait keislamaan Jokowi dengan menghubungi PCNU di Solo. Ia meminta data sebenanrya Jokowi itu siapa. Dan setelah ditelesuri bahwa Jokowi itu sejak lahir adalah seorang muslim yang taat. Selain itu mengenai keterlibatan asing dalam pihak Jokowi, Abah Hasyim juga sudah menghubungi PCI (Pengurus Cabang Istimewa) NU New York bahwa isu tersebut sangat tidak benar. “Maka dari itu, kita sebagai seorang NU harus mantap memilih pasangan Jokowi-JK,” simpul Pengasuh Pesma Al-Hikam Depok ini.

 Pasangan Jokowi-JK dapat dikatakan adalah pasangan nasionalis dan religious. Menurutnya, NU sudah sering sekali bergandengan dengan pasangan nasionalis. Karena jika bergandengan dengan  nasionalis, urusan yang berkaitan dengan keagamaan maka akan diserahkan kepada pihak NU. “Ini menjadi hal positif bagi kalangan NU dalam berpartisipasi menjadi bagian dalam pemerintahan,” ujar Abah Hasyim.
Kesimpulannya, pasangan yang pantas dititipi sebuah pemikiran NU menurut Abah Hasyim, adalah pasangan Jokowi-JK. Karena dalam pasangan ini terdapat tokoh NU yang tidak dimiliki oleh pasangan lain. “Hal terpenting yang harus diselamatkan dalam pilpres ini adalah Aswaja dan NU, dan pintu untuk menyelamatkannya ada di pasangan Jokowi-JK. Karena jika diletakkan di pasangan yang lain, tidak terdapat pintu itu dan tidak ada jaminannya (keselamatan Aswaja),” tutup Pengurus Syuriah NU itu. (zul)
Kamis, 12 Juni 2014
Posted by pena alhikam

Benarkah Al-Hikam Puasa Laksanakan PESROM (Liputan Khusus)



Malang- Setiap bulan suci Ramadhan, Pesantren Mahasiswa Al-Hikam memiliki agenda acara rutin yang melibatkan mayoritas santri PESMA Al-Hikam. Agenda itu adalah Pesantren Ramadhan atau yang biasa disingkat PESROM. Pesrom merupakan sebuah kegiatan yang diikuti oleh peserta didik baik dari tingkat Sekolah Menengah Keatas (SMA) maupun mahasiswa perguruan tinggi selama tiga hari. Kegiatan pesrom meliputi pembekalan materi kepada peserta tentang kepesantrenan, keislamaan, keindonesian dan motivation training. Selain itu juga, ada beberapa kegiatan yang bersifat fun dan edukatif seperti morning fun dan mentoring.
Menurut Aries Jodi, ketua I OSPAM Muhasabah, terhitung dari tahun 2010 tercatat beberapa sekolah dan perguruan tinggi yang mengikuti kegiatan ini. Diantaranya, SMAN 1 dan 3 Probolinggo, SMAN 6 dan 21 Surabaya, dan Universitas Trunojoyo Madura. Dan sangat disyukuri, kata Jodi-panggilan akrab Aries Jodi-, respon dari kegiatan yang dipersiapkan panitia Pesrom ini, menurut kebanyakan peserta sangat menyenangkan dan mendidik. “Mereka anak sekolah yang belum pernah masuk pesantren memiliki paradigma baru dan positif tentang pesantren bahwa pesantren itu tidak hanya monoton mempelajari agama, namun juga terdapat wawasan lain yang lebih luas,” ujar Aries Jodi.
Setiap bulan Ramadhan, kegiatan Pesrom bisa sampai mencapai 3 gelombang. Setiap gelombang berdurasi selama 3 hari. Bahkan, menurut Halim Ahmad Faizin, ketua PESROM tahun 2012, pada Pesrom tahun itu mencapai lima gelombang. Tiga gelombang dari mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura dan dua gelombang lainnya dari SMAN 1 dan SMAN 3 Probolinggo. Menurutnya, itulah PESROM paling padat dalam sejarah Pesrom di PESMA Al-Hikam dengan totalitas panitia yang saling bersinergi.
Namun, pada tahun 2014, apakah kegiatan PESROM masih tetap dilaksanakan atau Pesma Al-Hikam akan puasa (absen) dari kegiatan PESROM karena tidak ada sekolah yang menawarkan lembaganya untuk dapat melaksanakan Pesrom di Pesma Al-Hikam. Menurut Aries Jodi, Ketua I OSPAM, kepanitiaan PESROM sebenarnya sudah dibentuk namun permintaan dari beberapa sekolah untuk melaksanakan Pesrom sampai saat ini masih belum ada. “Biasanya Ustadz Nur Cholis sebagai mediator dalam menghubungkan sekolah dengan panitia memberikan informasi terkait pelaksanaan Pesrom, namun sampai sekarang masih belum ada,” ujar Jodi saat dihubungi pada Rabu (11/06).
Pena Al-Hikam juga mengkonfirmasi kepada Ustadz Nur Cholis terkait kegiatan Pesrom ini. Menurutnya, perkiraan kegiatan terbesar rutin tahunan Al-Hikam ini belum dapat terlaksana pada tahun ini. Hal ini, menurutnya, dikarenakan jadwal tahun ajaran baru 2014/2015 tidak sesuai dengan bulan hijriah pada bulan Ramadhan. “Tidak seperti tahun-tahun lalu, tahun ini minggu pertama pada bulan ramadhan, sekolah-sekolah masih melangsungkan liburannya sehingga tidak mungkin Pesrom diadakan pada masa liburan,” ujar ustadz bagian keuangan Pesma Al-Hikam itu.
Selain itu juga, Pena Al-Hikam melihat langsung kalender pendidikan tahun 2013/2014 untuk TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK dan yang sederajat di website Dinas Pendidikan Jawa Timur. Dalam website itu, tercatat bahwa masa liburan semester dua berlangsung dari tanggal 23 Juni sampai 12 Juli. Sedangkan awal puasa Ramadhan diperkirakan jatuh pada tanggal 29 Juni. Sehingga jika diasumsikan pada awal aktif sekolah, yakni pada tanggal 13 juli, masa itu sudah masuk pada pertengahan bulan Ramadhan.
Ustadz Nur Cholis juga mengatakan bahwa peserta Pesrom biasanya dari kelas I SMA atau sederajat yang notabenenya masih baru dalam mengikuti kegiatan sekolah. Jika dilihat di website PPDB Surabaya, dijelaskan bahwa awal bulan Juli yaitu 3-6 Juli adalah waktu pendaftaran untuk SMAN/SMKN dan awal aktif masuk sekolah adalah tanggal 14 Juli. Sehingga jika dilihat dari jadwal tersebut, memberikan pengertian bahwa kegiatan Pesrom akan sangat sempit jika dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru.
Dari beberapa data di atas, memberikan sekilas sebuah kesimpulan bahwa Al-Hikam Malang akan puasa Pesantren Ramadhan. Dari liputan khusus ini, beberapa santri dapat merencanakan aktivitas lain yang produktif-selain PESROM yang biasanya dilakukan setiap tahun- pada bulan Ramadhan tahun ini. (zul)   
Rabu, 11 Juni 2014
Posted by pena alhikam

Abah Hasyim Ngunduh Mantu di Al-Hikam Malang




          Malang- Keluarga besar Pesantren Mahasiswa Al-Hikam mempunyai hajatan besar, yakni Ngunduh Mantu atau Resepsi pernikahan M. Yusron Shidqi dan Syifa Salma, berlangsung pada hari Ahad (01/06) di Aula Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang. Acara dimulai pada pukul 09.00 pagi diawali pembukaan dan pembacaan ayat suci al-Quran. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan keluarga yang disampaikan oleh H. Hilman Wadjdi. Kepala Pesantren Mahasiswa Al-Hikam tersebut memberikan ucapan terimakasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir, ia juga menceritakan bahwa akad pernikahan ini sudah dilakukan di Kudus pada hari Selasa 27 Mei di kediaman mempelai putri, Syifa Salma, di Kota Kudus Jawa Tengah. “Sedangkan resepsi pernikahan dilaksanakan pada 28 Mei di Kudus, dan 1 Juni hari ini di Al-Hikam Malang,” ujar salah satu dosen STAIMA Al-Hikam Malang itu.  
Menurut Agel Qodry, salah satu panitia pernikahan ini, para tamu undangan yang hadir mencapai 1.000 orang. Selain itu, para tokoh dan pejabat nasional maupun regional bergiliran hadir dalam acara pernikahan putra bungsu Abah Hasyim Muzadi ini. Beberapa tokoh yang hadir diantaranya Mahfud MD (Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi), Imam Suprayugo (Mantan Rektor UIN Malang), Abah Anton (Walikota Malang), Sutiaji (Wakil Walikota Malang), KH Ulinnuha (Pengasuh Pondok Tahfidz Yanbu’ Al-Quran), KH Bashori Alwi (Pengasuh Pondok Ilmu Al-Quran Malang), KH. Abdurrahim (Tokoh Majlis Shalawat Riyadlul Jannah) dan beberapa tokoh lainnya.
            Tim Banjari Al-Hikam menyambut dan mengiringi tamu undangan yang hadir dalam acara ngunduh mantu itu. Riza Dwi Ahmadi, sebagai Ketua Unit Kreatifitas Mahasiswa (UKM) bidang Banjari menyatakan timnya membawakan 25 lagu untuk mengiringi tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut. “Kami sangat senang dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam acara besar keluarga besar Pesma Al-Hikam ini,” tutur Ahmadi yang juga mahasiswa Universitas Negeri Malang itu. (zul)

Beberapa hasil dokumentasi acara ngunduh mantu kedua mempelai, diantaranya :

Jajaran asatidz Pesma Al-Hikam Malang sedang menunggu acara pembukaan, diantaranya dari kiri : Ust. Abdul Hadi (Kepala Kepengasuhan), Ust. M. Nafi (Wakil Pengasuh) dan Ust. Nur Cholis (Bagian Keuangan Pesantren)

MUDAHAN SEHAT : Mbah Muchit Muzadi tampak hadir dalam acara ngunduh Mantu ini.

TRADISI : Ibu Mutammimah Hasyim saat memberikan minum kepada putranya, Yusron Shidqi.

TETAP BUGAR : Dari Kota Kudus, KH Ulinnuha rawuh dalam acara resepsi pernikahan ini. Beliau merupakan pencetak generasi hafidz.


BERKHARISMA : KH. Bashori Alwi dalam acara ngunduh mantu

Kepala SMAN 3 Malang, Drs. Moh. Sulthon dan Sekretaris yayasan Al-Hikam Malang dalam pengambilan gambar.

Hendra Kresna (Bupati Malang) dalam acara ngunduh mantu.

NASIONAL : Tim Banjari Al-Hikam mengiringi tamu undangan yang hadir. Tim Banjari ini pernah diliput oleh Tv One dalam acara Damai Indonesiaku.

Mahfud MD saat memberikan sambutan pernikahan untuk kedua mempelai

Jajaran Asatidz Pesma Al-Hikam foto bersama kedua mempelai

TEGAS : Abah Anton (Walikota Malang) dan istri foto bersama kedua mempelai.
Selasa, 10 Juni 2014
Posted by pena alhikam

Popular Post

Blogger templates

- Copyright © Pena Al-Hikam -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -